Peristiwa

Pelanggan PLN Nonsubsidi Keluhkan Tagihan Listrik Naik Dua Kali Lipat

Ilustrasi Pegawai PT PLN (Persero) tengah memeriksa jaringan listrik. F.Istimewa

PRO BINTAN – Tagihan listrik beberapa pelanggan PLN nonsubsidi di Kabupaten Bintan mengalami kenaikan selama pandemi Covid-19. Hal ini dikeluhkan beberapa warga karena kenaikan tagihan listrik rata-rata dua kali lipat dari tagihan biasanya.

Seorang pelanggan PLN, Yani mengatakan, tiap bulan dirinya biasa membayar tagihan listrik PLN sekitar Rp 300 ribu lebih. Bahkan April tahun 2020, tagihan listrik di rumahnya turun menjadi Rp 230 ribu.

Akan tetapi bulan Mei tahun 2020 ini, tagihan listrik rumahnya naik nyaris dua kali lipat menjadi Rp 550 ribu lebih.

“Agak shock juga pas lihat tagihan listrik karena kenaikan nyaris dua kali lipat,” kata ibu rumah tangga yang merupakan karyawan swasta di salah satu perusahaan di Bintan.

Dia sempat beranggapan program pemerintah mengratiskan listrik pelanggan 450 KWH merupakan program subsidi silang yang dibebankan ke pelanggan PLN lainnya.

“Tadinya sempat beranggapan gitu, tapi sudahlah, sudah saya bayar juga tagihan listriknya,” kata dia.

Pelanggan PLN lainnya Ida, juga mengamini hal ini. Dia biasanya membayar tagihan listrik sekitar Rp 300 ribu lebih, bulan Mei ini tagihan listrik lebih dari Rp 500 ribu.

“Biasanya tak sebesar itu. Pas lihat tagihan listrik sepulang kerja tadi, jadi zonk,” kata dia.

Dia awalnya tidak percaya. Namun di beberapa media luar sudah ada warga yang juga mengeluhkan kenaikan tagihan listrik ini.

“Ya ada warga yang cuma pakai kipas angin, tagihannya sampai Rp 400 ribu, kan kasihan,” kata dia.

Pelanggan PLN lainnya, Adi pun bernasib sama. Bulan ini dia harus membayar tagihan listrik Rp 600 ribu padahal bulan sebelumnya hanya Rp 300 ribu lebih.

“Ya nih mau ke PLN, mau nanya kenapa bisa naiknya segitu,” kata dia.

Sementara Manager Area PLN Fawzi Anwar mengatakan, pihaknya sudah menerima 15 keluhan pelanggan PLN terkait kenaikan tagihan listrik PLN yang mencapai dua kali lipat.

Dia menjelaskan, 15 pelanggan yang naik merupakan rekening bulan April.

“Sudah kita baca kembali, disesuaikan di bulan April sesuai dengan angka yang ada di kwh meter untuk pembayaran Mei 2020,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, kenaikan pembayaran akibat bulan Maret petugas tidak melakukan tugas baca ke persil pelanggan.

“Angka stand meter yang masuk ke rekening pelanggan adalah angka yang kita taksir,” kata dia.

Dia juga memastikan bahwa tarif listrik PLN belum ada kenaikan.

“Yang terjadi angka stand baca meter yang ditaksir kebesaran,” kata dia.

Untuk hal ini, dia mengatakan, 8 pelanggan sudah bersedia melakukan pembayaran.

“Kelebihan bayar akan kita perhitungkan untuk bulan depan. Sisanya (7 pelanggan) masih kita proses,” jelasnya. (met)