Metro Bintan

Bintan Pasok Telur hingga ke Natuna

Tim Satgas Pangan Polres Bintan mengecek ketersediaan telur di peternakan ayam telur yang berlokasi di jalan Tirta Madu, Kecamatan Toapaya, Rabu (6/5). F.Tim Satgas Pangan Bintan untuk Batam Pos

PRO BINTAN – Di tengah pandemi Covid-19, produksi telur dan daging ayam di tingkat peternak di Kabupaten Bintan tidak mengalami kendala.

Produksi telur di Bintan per hari diklaim lebih dari jumlah populasi penduduk Bintan.

Berdasarkan data diperoleh dari Disdukcapil Bintan, penduduk Bintan lebih kurang 155.456 jiwa.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin memastikan ketersediaan telur dan daging ayam menjelang Lebaran aman.

Tim Satgas Pangan telah melakukan pengecekan ketersediaan telur dan daging ayam di tingkat peternak. Salah satunya mengecek ketersediaan telur dan daging ayam di peternakan ayam telur yang berlokasi di jalan  Tirta Madu, Kecamatan Toapaya.

“Produksi rata-rata harian telur melebihi populasi penduduk di Bntan,” ucapnya.

Bahkan kelebihan produksi telur didistribusikan ke pasar-pasar di luar Kabupaten Bintan. Seperti Tanjungpinang, Lingga, Natuna dan pulau lain di Kepri.

“Bintan sudah swasembada produksi telur,” ujarnya.

Selain itu, Tim Satgas Pangan juga mengklaim ayam pedaging sampai dengan saat saat ini cukup untuk antisipasi lebaran.

Data Dinas Ketahanan Pangan, sampai saat ini tersedia ayam pedaging lebih kurang 451.500 ekor, ayam petelur lebih kurang 191.100 ekor dan ayam ras lebih kurang 16.800 ekor.

Karena itu, Agus meminta masyarakat tidak perlu panic buying. Karena, pasokan pangan di Kabupaten Bintan cukup.

“170 ton gula sudah didatangkan ke Bintan untuk menjaga harga stabil,” menurutnya.

Tidak lupa dia mengingatkan pedagang agar tidak mengambil keuntungan dengan berbuat hal yang dapat merugikan masyarakat di tengah situasi darurat saat ini misalkan penimbunan pangan atau menaikkan harga tidak sesuai harga eceran tertinggi.

“Ketahuan, kita tindak tegas sesuai aturan berlaku,” tegasnya.

Pemilik peternakan ayam telor di jalan Tirta Madu,   Rudi mendukung program yang dicanangkan pemerintah dalam rangka pemenuhan stok telor dan ayam potong.

“Stok menghadapi bulan puasa dan lebaran kita akan menjaga stabilisasi stok sehingga harga telur dan ayam tidak mengalami kenaikan,” katanya. (met)