Metro Bintan

Pembangunan Sisi Darat Pelabuhan Tanjunguban Ditunda

Jamhur : Anggaran Dialihkan untuk Covid-19

Pekerjaan Dermaga Pelabuhan Bandar Nakhoda Linggi, di Kampung Melati, Tanjunguban, Bintan yang dilakukan tahun lalu. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Pembangunan sisi darat pelabuhan bongkar muat di Tanjunguban ditunda karena alokasi anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Namun, pelabuhan yang diberi nama Pelabuhan Bandar Nakhoda Linggi di Kampung Melati, Tanjunguban, Bintan sudah dioperasikan.

Kadishub Kepri, Jamhur Ismail mengatakan, pelabuhan bongkar muat Bandar Nakhoda Linggi telah beroperasi sejak pembangunan dermaga selesai dilakukan bahkan pihaknya sudah melakukan uji coba dermaga.

“Uji coba dermaga sudah dilakukan, saat itu kapal RoRo Bahtera Nusantara bersandar di dermaga,” katanya.

Hanya, pembangunan sisi darat seperti kantor penyelenggara bagi petugas pelabuhan, musala, dan sarana lain ditunda karena anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Anggaran dialihkan untuk Covid-19. (Besarannya) lagi dibahas Pemprov dengan DPRD Kepri, namun estimasi anggaran untuk menyelesaikan pembangunan sisi darat di pelabuhan lebih kurang Rp 25 miliar,” ujarnya.

Pekerjaan Dermaga Pelabuhan Bandar Nakhoda Linggi, di Kampung Melati, Tanjunguban, Bintan yang dilakukan tahun lalu. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

Dengan beroperasinya pelabuhan ini dia mengatakan, aktivitas bongkar muat bahan bangunan berupa semen tidak lagi dilakukan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban. Terhitung pekan depan, aktivitas bongkar muat semen sudah dipindah ke Pelabuhan Bandar Nakhoda Linggi, yang berada di Kampung Melati, Tanjunguban, Bintan.

“Minggu depan mulai bongkar semen tidak boleh lagi di Pelabuhan ASDP, karena pelabuhan ASDP khusus untuk kapal RoRo,” ujar Jumhur Ismail.

Supervisi ASDP Tanjunguban, Astuni juga membenarkan aktivitas bongkar muat semen sudah dipindah dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban ke Pelabuhan Bandar Nakhoda Linggi.

“Sekarang sudah pindah ke pelabuhan provinsi, mulai Mei ini,” katanya singkat.

Diberitakan sebelumnya, pelabuhan bongkar muat ini dilakukan sejak tahun 2017 dengan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk pemancangan tiang batas, tahun 2018 dianggarkan Rp 13 miliar untuk penimbunan sisi laut dan pembayaran ganti rugi lahan terdampak pembangunan dan tahun 2019 kembali dianggarkan Rp 30 miliar untuk pembangunan dermaga. (met)