Peristiwa

Heboh Daging Babi Serupa Daging Sapi di Bandung

Iwan : Warga Bintan Jangan Panik

Kasi Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Bintan, drh Iwan Berri Prima. F.Dokumen pribadi untuk Batam Pos

PRO BINTAN – Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, drh Iwan Berri Prima meminta masyarakat Kabupaten Bintan tidak panik mendengar kabar menghebohkan daging babi serupa daging sapi di Kabupaten Bandung.

Karena Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah melarang masuknya produk dan hewan babi ke wilayah Kepri.

“Pemprov sudah melarang sejak April lalu,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk  membedakan daging yang masih segar dan daging yang sudah beku apalagi daging babi yang sudah diolah seperti menjadi bakso, nuget dan sosis sangat sulit.

Dia menyarankan untuk mengetahui daging sapi sudah tercampur daging babi dengan melakukan uji cepat rapid test. Dan untuk mendapat hasil terkonfirmasi, sarannya uji PCR di laboratorium.

Iwan juga membagikan beberapa tips untuk membedakan daging babi dan daging sapi secara kasat mata. Biasanya daging sapi cenderung kemerahan sedangkan daging babi khusus babi jenis chester white terlihat  pucat.

Kemudian daging sapi memiliki serat daging yang jelas. Berbeda dengan daging babi yang seratnya samar-samar tidak jelas.

Daging babi memiliki kandungan lemak yang berbentuk elastis, basah, dan susah untuk dilepaskan. Sedangkan daging sapi, kandungan lemaknya lebih kaku. mudah dilepas jika ditarik.

“Tekstur daging sapi padat dan lebih kaku sedangkan daging babi kenyal,” kata dia.

Kemudian dari aroma, aroma daging sapi lebih anyir sedangkan daging sapi memiliki aroma lebih menyengat.

Terkait temuan daging sapi serupa daging babi di Kabupaten Bandung, menurut dia, kemungkinan karena faktor ekonomi.

“Harga daging babi  relatif lebih murah daripada daging sapi, mengingat harga daging sapi segar di pasaran cukup mahal,” menurutnya. (met)