Metro Bintan

Sepi Aktivitas Hotel, Banyak Penyu Bertelur di Pantai Wisata Lagoi

Pengelola konservasi penyu Club Med, Eddy menemukan telur penyu dari sarangnya di pantai Club Med, Lagoi, Bintan. F.Eddy untuk Batam Pos

PRO BINTAN – Wabah Covid-19 melanda berbagai negara, termasuk Indonesia ternyata membawa dampak positif pada lingkungan. Seperti meningkatnya penyu yang datang dan bertelur di pantai wisata Lagoi, Kabupaten Bintan.

Ketua Konservasi Penyu Club Med, Eddy yang juga Supervisor Landscape Gardener Club Med mengamini dampak positif pada lingkungan selama Covid-19. Terjadi peningkatan jumlah sarang telur penyu di pantai karena sepi aktivitas hotel dan resort pada malam hari.

“Banyak penyu yang datang dan bertelur di area tamu,” kata dia.

Dampak positif Covid-19 pada lingkungan juga dirasakan di Thailand.

“Seperti di Thailand, kemarin kedatangan penyu belimbing dan bertelur, itu jarang terjadi. Di kita ada, tapi jarang,” kata dia menambahkan.

Hingga saat ini sudah didapatkan 7 sarang telur penyu dibandingkan tahun lalu hanya 3 sarang telur penyu.

“Terjadi peningkatan lebih kurang 70 persen,” ujarnya.

Dari 7 sarang telur penyu, menurutnya, lebih kurang 560 telur akan menetas.

“Belum ada yang menetas. Kalau menetas lebih kurang 400-an tukik,” sebutnya.

Dikatakannya, siklus banyak penyu yang datang dan bertelur biasanya terjadi 4 tahun sekali seperti tahun 2016 di pantai Club Med, Lagoi ditemukan 15 sarang telur penyu. Hal senada dikatakan Conservation Officer Banyan Tree, Renald Yude.

Dia mengakui jumlah penyu yang membuat sarang dan betelur lumayan meningkat dibandingkan tahun lalu. Hingga saat ini, di pantai Banyan Tree, Lagoi sudah ditemukan 4 sarang telur penyu.

“Yang 3 sudah menetas, yang 1 masih menunggu,” kata dia juga mengatakan bahwa ada tren naik turun siklusnya tiap tahun. (met)