Kabar Pemkab

Empat Pintu Masuk Bintan Dijaga Ketat

210 Masjid Akan Gelar Salat Id Berjemaah

Kabag Ops Polres Bintan Kompol R Sembiring. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Empat pintu masuk Kabupaten Bintan akan diperketat selama pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah diperkirakan jatuh, Minggu (24/5).

Sementara, sebanyak 210 masjid di Kabupaten Bintan akan menggelar salat Idul Fitri berjemaah. Kabag Ops Polres Bintan, Kompol Robinson Sembiring membenarkan empat pintu masuk Kabupaten Bintan berbatasan dengan Tanjungpinang dan Batam akan dijaga ketat selama pelaksanaan Salat Idul Fitri berjemaah di Kabupaten Bintan.

Empat pintu masuk itu ialah di gerbang Km 16 Toapaya perbatasan Tanjungpinang dan Bintan, Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban dan Sei Pulai serta Wacopek.

Robinson menjelaskan, pendatang dari zona merah akan diperiksa identitas dan dicek suhu tubuh.

“Kita tidak melarang mereka masuk ke Bintan, cuma kita imbau saja,” katanya.

Bila pendatang dari zona merah tetap nekat masuk untuk melaksanakan salat Id berjemaah di masjid di Kabupaten Bintan, dirinya tidak bisa melarang.

“Kan nanti ada pengurus masjid lebih mengetahui apakah calon jemaah salat Id berasal dari masyarakat setempat atau bukan. Kalau bukan, maka disarankan salat di rumah,” jelasnya.

Dia juga sudah meminta pengurus masjid untuk menerapkan protokol kesehatan dalam upaya mencegah risiko penularan Covid-19.

Diantaranya mengecek suhu tubuh sebelum pelaksanaan salat Id, menyediakan tempat cuci tangan atau handsanitizer di luar masjid dan lainnya.

Selama pelaksanaan Salat Id, Polres Bintan masih kata dia akan menerjunkan 2/3 dari kekuatan personel.

“255 personel yang akan mengamankan pada hari H,” kata dia.

Sementara itu, di Kabupaten Bintan ada 210 masjid yang akan menggelar salat Id.

Dengan rincian, 15 lokasi di Bintan Utara, 21 lokasi di Seri Kuala Lobam, 28 lokasi di Teluk Sebong, 29 lokasi di Teluk Bintan, 18 lokasi di Toapaya, 24 lokasi di Gunung Kijang, 32 lokasi di Bintan Timur, 24 lokasi di Bintan Pesisir, 14 lokasi di Mantang, 5 lokasi di Tambelan.

Bupati Bintan, Apri Sujadi sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran nomor : 451.2/SETDA/377 Tentang Pelaksanaan Ibadah Ramdhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H / 2020 M dalam situasi pandemi Covid-19 di Kabupaten Bintan.

Hal ini menindaklanjuti Tausiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau nomor : Kep-037/DP-P-V/V/2020.

Apri Sujadi menyampaikan, pengurus maupun jamaah wajib mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah seperti, menyediakan scan suhu tubuh, menggunakan masker, menyediakan handsanitizer, membawa sajadah masing-masing, tidak berjabat tangan, menjaga jarak.

Dalam hal pelaksanaan ibadah shalat berjamaah, diminta kepada pengurus masjid, surau / musala agar mengutamakan jamaah di lingkungannya.

Dalam pelaksanaan ibadah shalat Jum’at dan Idul Fitri, diminta kepada Khatib untuk mempersingkat khutbahnya dengan durasi 7-10 menit paling lama dan Imam salat membaca maksimal 20 ayat dan paling sedikit 3 ayat pendek. (met)