Peristiwa

Satu Orang PDP di Tanjunguban Meninggal

Tidak Ada Riwayat Perjalanan ke Zona Merah

Ilustrasi. F.Pixabay.com

PRO BINTAN – Seorang warga Tanjunguban, inisial M, 40, yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) mendadak meninggal dunia di RSUD Engku Haji Daud (EHD), Tanjunguban, Jumat (22/5).

Kadis Kesehatan Bintan, dr Gama AF Isnaeni membenarkan. Dia mengatakan, pasien tidak memiliki riwayat perjalanan dari zona merah.

Akan tetapi, karena pasien memiliki gejala pneumonia sehingga penanganan dilakukan sesuai protokol penanganan Covid-19.

Termasuk juga pemakaman terhadap yang bersangkutan dilakukan secara protokol Covid-19.

Salah seorang warga, Hendro mengatakan, pasien mengalami sakit Kamis (21/5) malam, dan dibawa ke rumah sakit Jumat (22/5) pagi. Tidak lama pasien meninggal.

“Tidak ada ke mana-mana, dia kerja aja di sini,” kata dia.

Dia berharap karena saat ini lagi ada wabah Covid-19, semoga petugas dapat melakukan uji rapid test ke keluarga pasien dan tetangga di sekitar tempat tinggal pasien.

Data terkini perkembangan Covid-19 di Kabupaten Bintan, Jumat (22/5), jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 133 orang, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 24 orang.

Dimana, PDP meninggal 5 orang dengan rincian 3 orang bukan Covid, 1 Terkonfirmasi Covid-19 dan 1 proses lab. (met)