Metro Bintan

Penjualan Otak-otak di Pelabuhan ASDP Tanjunguban Turun Akibat Corona

Ria, penjual Otak-otak di dekat pintu masuk Pelabuhan ASDP Tanjunguban saat mengasapkan dagangan otak-otaknya, Kamis (28/5). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Penjualan jajanan tradisional Melayu Otak-otak di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan menurun saat cuti bersama Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

“Tidak seperti lebaran tahun lalu,” kata Ria yang sudah berjualan lebih dari 10 tahun.

Dia mengatakan, wabah corona membuat penjualan otak-otak di kedainya sepi lantaran berkurangnya masyarakat yang menyeberang maupun yang datang.

Satu hari, dia mengaku hanya mampu menjual lebih kurang 50 Otak-otak, dimana 1 buah Otak-otak seharga Rp 1.000.

“Cukup makan saja,” kata dia.

Terkadang 1 hari dia tidak berhasil menjual 1 pun otak-otak. Kalau sudah begitu, biasanya otak-otak yang tidak laku akan dibawanya pulang untuk dijadikan lauk makan.

Lain dengan Santi. Ia mengatakan, hari pertama Lebaran, cuma mampu menjual 8 otak-otak. Hari kedua dan ketiga dapat menjual 100 otak-otak.

“Kalau lebaran tahun lalu bisa kami jual sampai 500 otak-otak satu hari,” ujarnya.

Santi bersama dua pedagang otak-otak lainnya, Ria dan Ida di dekat pintu masuk Pelabuhan ASDP Tanjunguban ini berharap, wabah corona segera berakhir sehingga daya beli masyarakat kembali pulih. (met)