Metro Bintan

Pemkab Ingin Peternak Bintan Bentuk Asosiasi

Kasi Kesehatan Hewan DKPP Bintan, drh. Iwan Berri Prima. F.Dokumen Pribadi untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan berkeinginan para peternak di Kabupaten Bintan membentuk asosiasi.

“Kita terus mendorong karena belum ada asosiasi peternak khususnya ternak unggas baik peternak ayam potong, ayam petelur dan ayam kampung di Bintan,” ujar Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, Khairul, Jumat (12/6) siang.

Asosiasi menurutnya, dapat menjadi mitra pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait persoalan ternak unggas di Bintan.

Dia menjelaskan misalkan harga daging ayam dan telur naik di pasar, maka masyarakat akan mengeluhkan. Demikian juga misalkan ketika harga daging ayam dan telur turun, tentu saja peternak yang dirugikan.

“Kita bisa tanyakan ke asosiasi untuk mencari solusi terbaik,” jelasnya.

Tidak hanya persoalan harga, dia menjelaskan misalkan meningkatnya harga bibit ayam, harga pakan dan lainnya.

“Termasuk kalau ada komplain dari masyarakat karena banyak lalat di pemukiman yang dekat dengan peternakan, ini bisa diselesaikan melalui asosiasi,” menurutnya.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Hewan DKPP Bintan, drh. Iwan Berri Prima mengatakan, asosiasi bisa menjadi wadah untuk menjembatani persoalan peternakan di Bintan.

“Bintan bebas penyakit hewan, ini harus dipertahankan karena itu kita membutuhkan peranan asosiasi,” kata dia.

Keberadaan asosiasi menurut Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Provinsi Kepulauan Riau ini juga membantu pemerintah mengkampanyekan pentingnya konsumsi pangan asal unggas seperti daging ayam dan telur ayam.

“Asosiasi juga bisa membantu pemerintah memerangi hoaks yang beberapa bulan lalu sempat menerpa usaha unggas di Bintan,” katanya.

Peternak unggas Bintan, Asong alias TasriĀ  sangat mendukung terbentuknya asosiasi.

“Kita sudah rencanakan membentuk asosiasi sejak beberapa tahun lalu, tetapi belum terbentuk hingga saat ini,” jelasnya. (met)