Kabar Pemkab

Seragam Sekolah Gratis Tetap Diadakan

Sejumlah siswa kedatangan Bupati Bintan Apri Sujadi saat berkunjung ke salah satu sekolah di Bintan. F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Orangtua yang anaknya baru akan masuk sekolah baik SD dan SMP bisa bernafas lega.

Bantuan seragam sekolah gratis untuk siswa baru baik SD dan SMP di tengah pandemi covid-19 tetap diadakan.

“Anggaran seragam sekolah gratis tidak dirasionalisasi, karena memang kondisinya masyarakat membutuhkan,” kata Kadis Pendidikan Kabupaten Bintan, Tamsir saat dihubungi, Minggu (14/6).

Dia mengatakan, dinas telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5,8 miliar untuk bantuan seragam sekolah gratis untuk siswa baru baik SD dan SMP di Kabupaten Bintan.

Kendati demikian ada alokasi anggaran di Dinas Pendidikan yang dirasionalisasi.

Seperti anggaran transportasi darat dan laut sekitar Rp 4 miliar dirasionalisasi. Dia menjelaskan, alokasi transportasi darat dan laut sistemnya kontak.

“Sistem hari efektif belajar sekolah, jika sekolah libur dan tidak ada aktivitas proses belajar mengajar di sekolah, dan bus tidak jalan, maka tidak dibayarkan begitu juga dengan pompong,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dia menjelaskan tahun ini tidak ada pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dikarenakan anggaran terkena rasionalisasi.

Namun demikian ia memastikan siswa baru baik SD dan SMP tetap tertampung meskipun diprediksi ada peningkatan jumlah siswa baru.

“PPDB tahun ini perkiraan ada kenaikan 5 sampai 10 persen jumlah siswa SD dan SMP,” jelasnya.

Namun, hal ini menurut dia masih bisa diatasi. Karena perkiraan jumlah siswa baru SMP tidak sampai 5 persen dan kondisi beberapa sekolah masih kelebihan ruang belajar.

Sedangkan SD, menurut dia, jika terjadi peningkatan jumlah siswa baru pada PPDB maka akan ditambah rombel menjadi dua shift.

Selain itu, Tamsir masih berharap Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan dari Kementerian Pendidikan lebih kurang Rp 30 miliar bisa segera disalurkan ke daerah.

“Sampai Juni ini proses DAK pendidikan seluruh daerah masih tahap persiapan penyaluran, dana belum ditransfer ke daerah,” jelasnya.

Tamsir mengaku belum tau apakah alokasi DAK Pendidikan dipangkas atau tidak karena pihaknya masih menunggu informasi dari kementerian.

“Sampai saat ini untuk DAK pendidikan belum ada perubahan,” tutup Tamsir. (met)