Peristiwa

45 Orang yang Sempat Salat Jumat Berjemaah di Masjid At Taqwa Dirapid Tes

Tim medis melakukan rapid tes berkaitan temuan kasus baru di Tanjunguban. Kegiatan berlangsung di Gedung Nasional, Tanjunguban, Sabtu (20/6). F.Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bintan Utara untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Sebanyak 45 orang yang sempat melaksanakan salat Jum’at berjemaah di Masjid Taqwa menjalani pemeriksaan rapid test di Gedung Nasional, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Sabtu (20/6).

Hal ini menindaklanjuti temuan kasus baru yakni salah seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sempat salat Jum’at berjemaah di masjid.

Camat Bintan Utara Firman Setiawan yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Bintan Utara mengatakan, pihaknya telah melakukan tracing terhadap masyarakat yang melakukan salat Jum’at berjemaah di masjid At Taqwa, dimana seorang pasien positif Covid-19 juga melaksanakan salat di masjid tersebut.

“Sudah dilakukan rapid test, hasilnya masih menunggu,” kata Firman.

Selain 45 orang yang salat, ia mengatakan, tim juga telah melakukan rapid test dan swab terhadap keluarga dari tiga pasien kasus baru Covid-19.

“Dari tiga pasien, ada delapan orang anggota keluarganya dirapid tes dan beberapa diantaranya yang kontak benar dengan pasien dilakukan swab. Hasil rapid tes, Alhamdulillah non reaktif,” kata dia.

Dia mengakui, masjid At Taqwa Tanjunguban sempat ditutup saat pelaksanaan salat Zuhur. Hal itu karena dilakukan sterilisasi.

“Sepertinya sudah buka kembali,” kata dia.

Dia juga mengatakan, selama ini pihaknya rutin melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat ibadah dan umum.

“Kalau sekolah-sekolah nantinya buka, kita juga akan lakukan penyemprotan,” ujarnya.

“Kalau ada yang mau disemprot disinfektan, silakan laporkan dan koordinasi ke kami,” tambahnya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Diantaranya selalu menggunakan masker saat keluar rumah.

“Pakailah masker, okelah di kedai kopi, kalau habis minum tutup lagi dengan masker dan jaga jarak. Kemudian pulang ke rumah cuci tangan, dan mandi langsung baru la setelah itu bercengkerama dengan keluarga,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, sebanyak 85 orang pegawai di lingkup Pemerintah Kecamatan Bintan Utara juga menjalani rapid tes. Hasil rapid test semuanya nonreaktif.

“Ya kita yang pegawai sudah lama kita ajukan tes rapid ke dinas, karena kita juga kerja di lapangan. Tadi sekalian, alasannya petugas yang pakai APD kasihan karena baju yang dipakai berat, dan pak Kadis menyetujuinya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, di Kabupaten Bintan terdapat tiga kasus baru. Dua kasus baru dimana sepasang suami istri yang suaminya bekerja di Pertamina Tanjunguban. Sedangkan kasus baru ketiga ialah warga Palembang yang hendak ke Singapura. Sebelumnya melakukan swab di Batam. Sembari menunggu hasil swab, yang bersangkutan berkunjung ke rumah kerabatnya di Tanjunguban dan sempat salat Jum’at berjemaah di Tanjunguban. (met)