Peristiwa

Tambang Pasir Ilegal di Bintan Kembali Marak

Di Tengah Pandemi Covid-19

Salah satu lokasi penambangan pasir ilegal di Kabuapten Bintan yang kini marak lagi. Selain merusak lingkungan, dampak sosial juga timbul akibat aktivitas ilegal ini. F.Cipi Ckandina / Batam Pos

PRO BINTAN – Aktivitas penambangan pasir ilegal di Kabupaten Bintan makin marak di tengah pandemi Covid-19. Hal ini membuat Polres Bintan gerah.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin mengakui aktivitas penambangan pasir ilegal kembali marak di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, pihaknya sedang mendata aktivitas penambangan yang sudah merusak lingkungan di Kabupaten Bintan.

Tidak hanya aktivitas penambangan pasir, namun penambangan ilegal logging dan aktivitas penambang lainnya yang telah merusak lingkungan juga sedang didata.

Terlebih katanya saat ini memasuki musim hujan. Agus khawatir aktivitas penambangan dapat menimbulkan longsor bahkan banjir.

Salah satu lokasi penambangan pasir ilegal di Kabuapten Bintan yang kini marak lagi. Selain merusak lingkungan, dampak sosial juga timbul akibat aktivitas ilegal ini. F.Cipi Ckandina / Batam Pos

“Kita masih mengkaji semua dampaknya, tidak hanya dampak lingkungan namun dampak sosial yang ditimbulkan apabila aktivitas penambangan ditutup permanen,” kata dia.

Dikatakan Agus, hasil pasir yang ditambang digunakan untuk penunjang pembangunan baik di Tanjungpinang dan Bintan.

Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah sebelum turun ke lokasi pertambangan.

“Kita akan lakukan pendekatan, kalau tidak bisa kita akan tindak tegas,” ujarnya. (met)