Metro Bintan

Potensi PNBP Rp 15 M Sebulan

Sayang Perairan Berakit Tak Ditetapkan Area Lego Jangkar

Kadishub Kepri, Jamhur Ismail. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Pemerintah pusat telah menetapkan tiga area lego jangkar di perairan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Sayangnya, perairan Berakit, Kabupaten Bintan tidak termasuk dalam penetapan area lego jangkar.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Jamhur Ismail menyebutkan, tiga area lego jangkar yang telah ditetapkan berdasarkan Permenhub ialah perairan Tanjungbalai Karimun, perairan Nipah, perairan Pulau Galang.

“Di luar itu instruksi pak Luhut akan ditertibkan,” kata Jamhur.

Dia juga mengatakan, sebenarnya pihaknya juga telah menetapkan sekitar 21 area perairan lego jangkar di Kepri. 4 di Kabupaten Bintan yakni, perairan depan Kijang, perairan Berakit, perairan depan Lobam sampai Tekulai dan perairan depan Tanjunguban.

“Insha Allah Agustus disahkan perdanya RZWP3K,” ujarnya.

Penertiban kapal-kapal yang lego jangkar tanpa izin di area lego jangkar yang sudah ditetapkan, kata dia, akan dilakukan Task Force terdiri dari berbagai instansi yakni Kemenkomaritim dan Otoritas Angkatan Laut (AL).

Namun sebelum penertiban, ia mengatakan, akan dilakukan sosialisasi dengan memasukkan area lego jangkar yang sudah ditetapkan pemerintah ke peta perairan international sehingga dunia pelayaran mengetahuinya.

Dia juga menyinggung ada beberapa kapal yang kepentingannya tidak jelas namun berlabuh jangkar di depan perairan Lobam dan Tanjunguban. Hal ini menurutnya, dapat menganggu alur pelayaran kapal.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Klas I Tanjunguban, Fachrin Riza mengatakan, pihaknya telah mengusulkan perairan Berakit dimanfaatkan sebagai area lego jangkar.

“Sudah diusulkan sebagai area labuh kapal entry point kapal-kapal yang akan masuk dan keluar Singapura. Sepertinya dalam kajian,” ujarnya.

Kepala Kantor UPP Klas I Tanjunguban, Fachrin Riza. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Hingga saat ini, katanya belum ada regulasi yang mengatur lego jangkar di pelabuhan Berakit, Bintan.

“Kami belum pernah memberikan izin,” ujarnya.

Menurutnya, perairan Berakit sangat besar potensi pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari lego jangkar kapal-kapal yang berlabuh di perairan itu.

Tiap hari, menurutnya, lebih kurang 20 sampai 40 kapal dengan ukuran 25 ribu sampai 50 ribu GT yang berlabuh jangkar menunggu keluar masuk Singapura di Perairan Berakit, Bintan.

“Potensinya cukup besar, 1 hari bisa lebih kurang 20 sampai 40 kapal. Potensi PNBP lebih kurang Rp 15 miliar sebulan,” ujarnya.

Ketika disinggung soal kapal yang labuh jangkar di depan perairan Lobam dan Tanjunguban, Fahrin menjelaskan, kapal-kapal yang labuh jangkar di perairan Tanjunguban dan Lobam sesuai Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp).

“Kapal-kapal itu tujuannya untuk melakukan kegiatan di dermaga dan sesuai DLKr dan DLKp,” jelasnya.

Ia juga mencontohkan Pertamina memiliki area DLKr dan DLKp sampai ke perairan Pulau Tanjungsauh.

Untuk kapal yang labuh jangkar di perairan Lobam, ia menjelaskan masuk dalam tata ruang DLKr dan DLKp untuk kepentingan industri Lobam.

“PNBPnya masuk ke kas negara,” ujarnya. (met)