Kabar Pemkab

Tenant di Kawasan BIE Lobam Dipercaya Produksi Alat Kesehatan

Tujuh Rumah Sakit di Kepri Dapat Bantuan Alat Kesehatan

Plt Gubernur Kepri, Isdianto ditemani GM PT BIIE Lobam, Aditya Laksamana meninjau produksi alat kesehatan di PT ESCO, Lobam, Kamis (25/6). F.Setia untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Tujuh rumah sakit yang ada di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendapatkan bantuan 8 unit alat kesehatan Streamline Swabbing Booth (SSB).

Ialah RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, RSUD Engku Haji Daud Tanjunguban, RSUD Embung Fatimah Batam, RS Otorita Batam, RSUD Bintan, RSUD Dabo Kabupaten Lingga, masing-masing menerima 1 unit alat kesehatan sedangkan RS Khusus COVID-19 Pulau Galang menerima 2 unit alat kesehatan.

Bantuan dari ESCO Bintan Indonesia (PT EBI) di Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) tersebut diserahkan perwakilan manajemen PT ESCO Indra dan M Zamri dan diterima secara simbolis oleh Plt Gubernur Kepri, Isdianto, Kamis (25/6) sekitar pukul 14.00 WIB.

Turut menyaksikan  KadisKes Kepri Tjetjep Yudiana, Kepala BPBD Budiharto, Liaison Officer BNPB RI untuk Kepri Laksma Purn TNI Didin Zaenal Abidin, GM PT BIIE Aditya Laksamana.

GM PT BIIE, Aditya Laksamana menyatakan, di tengah situasi yang dinamis sekarang, salah satu tenant di kawasan BIE, Lobam mendapat kepercayaan membuat alat kesehatan berupa Streamline Swabbing Booth (SSB) dan Mass Swab Sampling Booth (MSSB) berstandar Internasional.

Alat tersebut, menurutnya, sangat dibutuhkan dunia kesehatan dalam percepatan penanganan Covid-19.

Dia juga menyampaikan, ESCO sedang mendaftarkan produk-produknya ke dalam e-katalog LKPP. Ia berharap, dukungan Pemprov Kepri dan Pemkab Bintan agar segera dapat terealisasi.

PT ESCO juga lanjutnya, sedang melakukan ekspansi gedung untuk menambah kapasitas produksinya. Sejalan hal ini, PT ESCO akan menambah potensi lapangan kerja.

“Sampai saat ini banyak pekerja di PT ESCO adalah putra putri kebanggaan Kepri,” ujarnya.

PT BIIE juga gencar melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada seluruh tenant dan karyawan yang bekerjasama dengan dinas kesehatan dalam menerapkan protokol kesehatan.

Kemudian, penggalangan dana donasi dari tenant dan karyawan untuk tenaga medis serta memenuhi Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) dari Kementrian Perindustrian.

Tidak hanya itu, sebagai pengelola Kawasan BIE, pihaknya telah membentuk Gugus Tugas Covid-19 kawasan yang beranggotakan seluruh tenant.

“Kita telah berkomitmen melakukan pencegahan Covid-19 dalam fase New Normal awal Juni lalu,” ujarnya.

Secara prinsip hal ini dilakukan agar aktivitas industri di kawasan BIE, Lobam tanpa terganggu, meyakinkan pelaku usaha dan calon investor untuk memperoleh pelayanan jasa sesuai yang diharapkan.

Terakhir ia berharap, pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan Kawasan BIE tetap zero infection dan zero incident Covid-19 sehingga pihaknya dapat lebih berkontribusi bagi masyarakat Bintan dan Kepri dengan menyediakan lebih banyak lapangan kerja.

Sementara Plt Gubernur Kepri Isdianto mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterima karena akan sangat berguna dan harapnya dengan bantuan ini akan dapat lebih menekan penyebaran Covid-19 di Kepri.

“Terima kasih. Saya berharap putra putri kita dapat terus dibina sehingga dapat menjadi penerus jabatan strategis di perusahan ini, semakin mengembangkan sayap dan menjadi kebanggaan Kepri,” ujarnya. (met)