Metro Bintan

Realisasi Pajak Daerah Bintan Anjlok, hingga Mei Baru Rp 60 Miliar

Usaha kedai kopi menjadi salah satu pajak yang dipungut di Kabupaten Bintan. Terlihat pramusaji mengangkat cangkir kopi di salah satu kedai kopi di Tanjunguban. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Dampak pandemi covid-19 membuat realisasi pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Bintan menurun drastis.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Bintan, Yuzet mengatakan, semua pajak daerah yang dipungut pemerintah daerah anjlok.

“Dari 11 item menurun semua,” ujarnya.

Hingga Mei 2020, ia menyebut, realisasi pajak sekitar Rp 60 miliar dari target pajak di bulan Mei sekitar Rp 134 miliar.

Dia mengatakan, realisasi pajak yang besar hanya terjadi pada bulan Januari dan Februari. Dimana penyumbang pajak terbesar diantaranya pajak restauran dan hotel.

Sejak Indonesia dilanda pandemi Covid19 membuat sektor pariwisata terpukul berat. Termasuk sektor pariwisata di Bintan. Sejumlah hotel di Bintan memilih menghentikan operasional sementara.

Hal ini membuat pendapatan sektor pajak terutama pajak hotel dan restauran hilang.

Data dari BPPRD Bintan, tahun 2019 pajak hotel terkumpul mencapai Rp 99.901.245.452,64 dari target Rp 93.751.220.000. Sedangkan pajak restauran tahun 2019 mencapai Rp 42.231.740.607,12 dari target sebesar Rp 38.078.280.000. (met)