Peristiwa

Sengketa Lahan Dominasi Kasus di Bintan

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanudin mengakui permasalahan lahan mendominasi kasus di wilayah hukum Polres Bintan.

“Kasus sengketa lahan mendominasi di Bintan,” kata Agus ditemui di Pasar Baru, Tanjunguban, Jumat (10/7) pagi.

Tahun ini, Agus mengatakan, penyidik menerima enam laporan kepolisian terkait sengketa lahan baik terjadi antara orang perseorangan maupun terjadi antara orang dan perusahaan.

“Kalau sampai tahun lalu, lebih 10 kasus masih proses penanganan,” ujar dia.

Dia mengatakan, kasus sengketa lahan terjadi karena beberapa hal.

Diantaranya menurut analisas Agus, karena tumpang tindih lahan dan surat baik surat keterangan tanah bahkan surat sudah sertifikat.

Kemudian, menurut dia lagi, surat yang dimiliki tidak teregistrasi di buku induk pertanahan baik di kelurahan atau desa. Selain itu, masih menurut Agus, lahan sudah ditempati lama namun suratnya tidak jelas.

“SKT ada tapi tidak teregister atau terarsip di kantor desa. Lalu ada juga yang sudah punya sertifikat, tapi mekanisme mendapatkan sertifikat tidak jelas,” katanya.

Dia menyampaikan ke masyarakat jika menempati lahan atau memiliki lahan agar sesegera mungkin mengurus legalitas suratnya.

“Jangan sampai ada surat lainnya baru nanti muncul masalah karena di Bintan rata-rata seperti itu ketika ada mulai pembangunan, tiba-tiba muncul surat lain,” ujarnya. (met)